Obama di UI


, 05 Agustus 2011|00:00:00 |Dibaca : 584 Pembaca
about img
Kamis, 11 November 2010
 

Menghadiri Undangan Dubes AS untuk Pidato Obama di UI Depok

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1802
Jakarta, Singgalang
Setelah direpotkan oleh urusan dalam negeri, sehingga menggagalkan 2 kali rencana kunjungan sebelumnya ke beberapa negara di Asia termasuk Indonesia, maka mulai sore kemarin sekitar pk 16.25 Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Amerika Michelle Obama mendarat di Halim Perdana Kusuma menebus janjinya, datang kembali ke negeri masa kecilnya tepatnya menarik nafas kehidupan menghirup udara Jakarta sekitar 4 tahun pada lebih 40 tahun lalu.
Selanjutnya berturut-turut agenda upacara penerimaan resmi di Istana Negara, pembicaraan Bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, konferensi pers, dan jamauan negara makan malam. Setelah itu President Obama dan Mishelle istirahat di Hotel Shangri-la Jakarta.
Pagi ini, Rabu, 10 November setelah Peringatan hari Pahlawan 10 November, President Obama menyampaikan pidato di hadapan sekitar 500 orang undangan di Kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat.
Diperkirakan pidato yang akan mengokohkan program kemitraan komprehensif antara Amerika dan Indonesia itu seperti yang pernah diutarakan oleh Menlu Hillary Clinton awal tahun 2009 lalu di Jakarta, akan memberikan gambaran baru secara lebih konkret apa yang selama ini menjadi isu pokok hubungan kedua negara.
Lebih dari itu, mengapa universitas? Mungkin, seperti yang disinggung tadi malam oleh Presiden SBY dalam pidato dinnernya, bahwa ibu tercinta Stanley Ann Dunham, ibunya Presiden Barack Obama seorang peneliti yang memusatkan aktifitasnya di Univeristas Gajah Mada tenag pemberdayan perempuan dalam peningkatan eknomi keluarga.
Hal itu singgung ulang dalam sambutan Obama sebelum bersulang bahwa memang ibuya gidih dala upaya pendidikan anak dan pemberdayaan wanita. Bahkan dia menyebutkan bahwa ibunnya amat gigih soal yang satu ini kiankemari dengan sepeda motosnya masuk kampung ke luar kampung.
Pada bagian lain, Presiden Obama dengan rendah hati sambil mengenang ibunya, tak pernah membayangkan sewaktu masa kecilnya akan menginjakkan kakinya di istana negara ini. Selanjutnya Obama menyinggung tentang banyaknya persamaan antara Amerika dan Indonesia dalam hal kemajemukan masyarakatnya, serta kedua negara sama-sama negara demokrasi. Oleh karena tak lupa Obama mengutip pepatah bahwa untuk kebersamaan Amerika dan Indonesia itu, layaknya seperti bambu dengan tebing (aua jo tabiang).
Setelah acara di UI hari ini, sebelum meninggalkan Indonesia, Obama akan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta . Kusus untuk acara di UI, Kolumnis Harian Singgalang Shofwan Karim, memberikan laporanya bahwa tak terbayangkan kalau Rektor Univiersitas Muhammadiyah Sumbar ini diundang oleh Duta Besar Amerika Scot A. Marciel untuk menjadi tamu undangan yang terhormat.
Pada bagian lain dari undangan Dubes Amerika itu dikatakan, amat berterimakasih atas kesudian undangan menhadiri pidato Obama di depan public Indonesia. Marciel mengatakan kita percaya, hal ini merupakan iven bersejarah untuk dua negara dan kedua warga dan rakyatnya. Tentu saja Karena acaranya di univertas menjadi pilihan Obama sendiri sebagaimana juga sebelumnya dilakukannya di India pada 2 hari sebelumnya ke Indonesia.
Hanya menjadi pertanyaan kepada Shofwan Karim bagaimana dirinya terpilih bersama Dr. Romeo Risal Pimpinan Bank Indonesia Padang bersama 3 orang tokoh pendidikan dan masyakat di Sumut dan Nangru Aceh Darussalam. Sekitar sepekan lalu, staf Konsul Jenderal Amerika di Medan meminta data singkat pribadi. Tentu saja semua data orang yang diperlukan Amerika di Indonesia sudah ada di kementerian luar negerinya.
Akan tetapi konformasi dan pemutakhiran perlu dilakukan. Pada waktu itu tidak disebut untuk apa data itu. Shofwan memperkirakan mungkin ada hal yang akan dikerjasamakan sebagaimana dulu pada tahun 2003 ketika menjadi Ketua Wilayah Muhammadiyah Sumatra Barat pernah diadakan kerjasama seminar internasional perbandingan kemajemukan masyarkat Indonesia dan multikural masyarakat Amerika.
Akan tetapi ketika sedang mengikuti Annual Meeting Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia di Denpasar 3 hari lalu, masuk email dari Kedutaan Besar Amerika Shofwan diundang untuk mengikuti pidato di Kampus UI ini. Akan tetapi undangasn via email itu tidak berlaku untuk tiket masuk.
Baru dapat dipastikan setelah Shofwan menerima surat tertulis dalam amplop rapih dengan lampiran tiket masuk mencantumkan kata Nama dan di bawahnya ada Bar Code yang akan di-screen seperti label harga yang dilakukan petugas toko swalayan di depan komputernya.
Pada bagian lain dari lampiran surat undangan tadi disebutkan acara diadakan 10 November, tempat UI Kampus Depok, transportasi Bus Charteran berangkat dari Parkir Timur Senayan Jakarta pukul 07.00 pagi dan sudah di lapangan parkir itu pukul 06.00 pagi untuk pemeriksaan.
Semua undangan diangkut dengan Bus tadi dan tidak diizinkan membawa kenderaan sendiri ke UI dan kembalinya nanti juga dengan Bus yang sama ke Parkir Timur Senayan.
Lalu apa saja yang boleh dibawa ? Kecuali hand phone (HP) dan kamera yang lain tidak dibolehkan. Ini karena banyaknya undangan dan pemeriksaan keamanan, maka semua pragat seperti payung, banner, tas tangan, napsack, backpack, tanda-tanda dan assessories tidak benarkan .
Pada akhir suratnya Dubes Amerika mengajak kesediaan undangan untuk dapat berbartisipasi dalam kunjungan kembalinya Obama ke Indonesia. Di sini tersirat, Obama bukanlah pengunjung baru bagi Indonesia karena masa kecilnya di Indonesia seperti disiunggung terdahulu.
Tak lupa ditambahkannya belum pernah ada Presiden Amerika Serikat terdahulu yang memiliki begitu kuat ikatan batinnya dengan Indonesia selain Barack Obama. Dengan keyakinan, Dubes ini dengan penuh kepercayaan menulis, kunjungan orang nomor satu di AS itu akan memberikan dorongan sepenuhnya untuk hubungan persahabatan kedua negara yang begitu kuat, sekarang dan masa datang. ***

Link Utama