Poros Utama dan Aura Baru


Minggu, 22 Februari 2015|16:57:07 |Dibaca : 606 Pembaca
about img

http://hariansinggalang.co.id/poros-utama-dan-aura-baru/

 

Poros Utama dan Aura Baru

Home » Headline » Poros Utama dan Aura Baru

Perjalanan ke Kanada Februari 2015 (4): — Shofwan Karim — DENGAN penduduk 250 juta jiwa, Indonesia akan menjadi poros utama dunia. Semua potensi, sumber, kekuatan, budaya, sistem masyarakat dan orientasi ke depan ada di situ.

Mengabdi Tiada Henti Menuju Ridha Ilahi

 KELOMPOK WORKING

 

Untuk jangka waktu yang dekat, Indonesia sedang menjadi poros utama ASEAN. Berikutnya poros utama Asia dan pada saatnya menjadi poros utama dunia.


Energi sangat besar untuk mendorong progresifitas poros utama itu, merupakan suatu kemestian dan keniscayaan.
Bagai mengulang romantisisme penulis kelasik mengatakan bahwa Indonesia alah negara archipelego (kepulauan) yang terletak antara dua samudra dan dua benua. Posisi silang yang amat strategis.

Begitu antara lain, testimony awal Rita S. Karakas, Presiden dan CEO Canada World Youth (CWY) pada pengantar sesi ker ja (working session) hari pertama (16/2).

Canada World Youth (CWY)

Jaques Herber (1921-2007) Senator Kanada, setelah secara sangat intens berdiskusi dengan temannya Pierre Treudeau, Perdana Menteri Kanada waktu itu, lalu mendirikan CWY.

Dia adalah wartawan, penerbit, penulis, senator, suka keliling dunia. Beliau melawat ke 130 negara. Melihat bagaimana dunia pada masa itu harus bangkit dari keterpurukan berbagai konflik dunia di antaranya perang Vietnam.

Perang dingin Blok Barat dan Timur. Lomba persenjataan nuklir, kimia dan seterusnya antara fakta pertahanan Nato dan Warsawa.
Pilihannya hanya satu. Bagaimana pemuda-pemudi di seluruh dunia bangkit untuk melakukan pembangunan komunitas internasional bergandengan tangan tanpa melihat dari regional dan wilayah mana mereka berasal.

Menumbuhkan etos kerja keras, etika toleransi, tanggungan jawab, peduli lingkungan dalam satu dunia yang damai, harmoni, hidup dalam kesetaraan serta sejahtera secara bersama-sama.

Maka sesudah 44 tahun berdiri, CWY kini memberikan aura baru semua debut pembinaan dan pembangunan komuitas internasional dari sumber utama kolaborasi kepemudaan itu.

Pemberdayaan dan Kerelawanan

Empowerment dan Volunteering (pemberdayaan dan kerelawanan) menjadi menjadi orientasi baru dalam implentasi strategis visi dan misi CWY.

Pada dekde pertama sampai ketiga, kebersamaan dan kesetaraan dalam pembangunan komunitas internasional berbabasis budaya menjadi pendekatan program. Sekarang pemberdayaan dan kerelawanan itu yang menjadi nafas program.

Empat dekade kerjasama

Di antara 37 ribu alumni CWY pada hampir 65 negara di dunia sekarang ini, Indonesia yang sudah bermitra 41 tahun lalu (sejak 1974) mempunyai alumni sekitar 1.200 orang.

Mereka, sebagaimana alumni yang puluhan ribu tersebar di berbagai belahan dunia mendaki dan menjalani karir hampir ada di seluruh sekor kehidupan. Pemerintah, politisi, korporasi-bisnis, aktivis dan pemimpin masyarakat sipil (civil society) dan seterusnya.
Oleh karena itu CWY melihat potensi itu sebagai sumber strategis dunia untuk pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi arus utama pos-capaian-tujuan pembangunan milinium sekarang ini. (bersambung).

Link Utama